Anak-anak Qoryah Thayyibah

Anak-anak Qoryah Thayyibah

Belajar seharusnya  tidak melulu di dalam kelas. Kelas yang terbatas dengan ruang (sekat pembatas antar kelas) dan waktu (pergi pulang pada jam tertentu). Belajar seharusnya bisa di mana saja dan kapan saja. Selagi bisa menambah pasokan pengetahuan dan keterampilan, serta memperbaiki sikap, inilah yang disebut belajar. Tak perlu hanya duduk di kelas dan memakai seragam. Bebas. Cara belajar semacam inilah yang diterapkan di sekolah alternatif yang menamai diri dengan Kelompok Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT). Sebuah tempat belajar yang terletak di Desa Kalibening, pinggiran Kota Salatiga.

Pagi itu, Jumat (04/10/2019), sembari menemani kawanku yang sedang mengadakan penelitian untuk skripsi di KBQT, aku mengambil beberapa potret kegiatan belajar mereka. Kebetulan agenda belajar mereka pagi itu adalah mencuci karpet di mata air Umbul Senjoyo bersama para pendamping (semacam guru di sekolah formal). Dengan mencuci karpet ini, mereka belajar gotong royong dengan sesamanya, serta belajar bertanggung jawab membersihkan fasilitas yang mereka gunakan sendiri. Tidak ada nilai pembelajaranya jika karpet kotor itu diserahkan ke tukang laundry. Begitu dan sekian. []


Membilas

Sikat Menyikat

Kerja Sama dengan Pendamping Kelas (Kedua dari Kanan)

Berkoordinasi
Fotografer partikelir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel