Akhir dan Sejumlah Puisi Lainnya

Akhir dan Sejumlah Puisi Lainnya

Akhir

Lima kita berlima
Bercakap di kakilima
Tentang negara, kota, dan humor ketidakberuntungan cinta

Lalu malam akan terbenam
Di gerimis, di kriut pohon sebelah tenda
Tapi ungu tigadewa kian panas
Pada gegas usia muda

Lima berlima kita
Pelan-perlahan gurauan ringan sahaja
Di kemudian hujan makin hilang
Jatuh di ingatan, sewarna batu-batu hitam seragam

Malam susut malam
Ada di antara lima berlima
Kukut terlipat bersama tenda

(2020)


Di Luar Hujan Terus

Di luar hujan terus
Bikin angin, dingin kembali
Ada pula jenuh, enggan jauh

Di luar hujan terus
Hidup tambah beku
Ada juga kukur dekuku
Di penuwun dada
Menunggu pagi betul jadi pagi

Di luar hujan terus
Ruang berubah suhu
Sedang hidup tetap dahulu

(2020)


Kangen

Gerai rambutmu rambat kecubung, cintaku
Padaku
antara aneka kembang dan sakit mencubit
Lalu angin bercabang, berlalu
Kangen juga terlalu:
Mengirim ibu dan kaki rusamu

(2020)


Pagi

Di sela gerimis
Batu retak itu menuju ke kali
Plung…
Di kepala gemanya abadi

(2020)


Pengrajin puisi, prosa, juga esai. Buku puisi debutnya, Sepotong Ikan Kerinduan Ibu (Pustaka Bacabukumu, 2020), terbit Februari lalu. Pengurus azizafifi.wordpress.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel