Kerikil Kecil dan Dua Sajak Lain

Kerikil Kecil dan Dua Sajak Lain

Kerikil Kecil

Di rakaat salat magrib
Aku terpikir sebutir kerikil
Lucu dan menggelikan
Aku tak tahu ini petunjuk atau godaan
Bersama dengan fatikhah yang kurapalkan
Aku seperti tercekal-cekal
Seolah-olah kerikil itu
Kutemukan terkunyah bersama nasi dan sambal teri sarapan pagi
Dan sesekali tercabik di sela-sela ayam goreng
Sisa malam sebelumnya

Kerikil dalam salatku kian menggangu
Apa mungkin ini yang jamak dikata orang
Bila yang lupa akan teringat dalam salat?
Jika begitu, akukah kerikil?
Ditanak bersama nasi namun tak masak
Dilepehkan dari bibir mulutku sendiri

Oh Tuhan
Aku yang hilang sudah kutemukan
Aku Kerikil kecil itu

Brabo, 2016


Tentang Rindu

I
Istirahatlah, jangan dipaksakan
Rindu memang bukan pekerjaan yang
memiliki hari libur dan cuti

II
Rindu memang bukan sebuah aib
Entah mengapa aku selalu menutupinya

2018


Hati-Hati

Kawat yang berpijar dalam lampu membawa cahaya
Syahwat yang berkamar dalam tubuh membawa neraka

Guru dan penikmat sastra.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel